Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel dan Tata Jalan Rasuna Said

Jakarta – FaktaDataNews 》 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembongkaran, tetapi juga penataan kawasan secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri ziarah makam pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).

“Rp 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar tiang monorel. Tapi juga untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan menata keseluruhan Jalan Rasuna Said,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, biaya pembongkaran tiang monorel sendiri relatif kecil dibandingkan total anggaran penataan kawasan tersebut.

“Kalau hanya untuk bongkar, biayanya kecil sekali. Yang besar itu penataan jalannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan dimulai pada Rabu pekan depan. Total terdapat 98 tiang monorel yang akan dibongkar.

“Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, Minggu (11/1/2026).

Dinar menyebutkan, proses pembongkaran ditargetkan rampung pada September 2026. Setelah itu, Pemprov DKI akan melakukan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said agar lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

“Penataan meliputi perbaikan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, penyesuaian elemen pendukung, serta peningkatan penerangan jalan umum,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, juga menegaskan bahwa anggaran Rp 100 miliar tersebut mencakup pembongkaran tiang monorel sekaligus penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Rasuna Said sisi timur.

“Total semuanya sekitar Rp 100 miliar. Penataan jalan dan trotoar ini menggunakan APBD karena merupakan aset Pemprov DKI Jakarta,” kata Heru sebelumnya.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *