Tuduhan soal Forwatu Banten telah ‘Aman’ perihal Program Revitalisasi Sekolah oleh Oknum Coreng Marwah Organisasi

Fakta Data News.com | Lebak, Banten.Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) membantah keras adanya pernyataan yang menyebut organisasi tersebut telah “aman” terkait kritik dan investigasi terhadap Program Revitalisasi Sekolah di Provinsi Banten.Ssbtu (14/3/2026).

Presidium Forwatu Banten, Arwan, S.Pd., M.Si., menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan justru mencoreng marwah organisasi yang selama ini konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan publik.

“Kami merasa dirugikan oleh oknum yang menyatakan bahwa lembaga Forwatu Banten telah ‘aman’ atas investigasi dan kritik yang dilakukan oleh pengurus kami.pernyataan tersebut jelas telah mencoreng marwah organisasi,” tegas Arwan dalam keterangannya.

Menurutnya, apabila pernyataan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membungkam para aktivis yang menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program pemerintah, maka pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Jika pernyataan itu merupakan bagian dari upaya pembungkaman terhadap para aktivis, kami pastikan akan menempuh langkah hukum melalui laporan pengaduan. Apalagi muncul dugaan adanya indikasi pungutan sekitar 10 persen dari setiap sekolah yang disebut-sebut disetor kepada pihak tertentu,” ujarnya.

Arwan juga mengungkapkan bahwa Forwatu Banten dalam waktu dekat akan menggelar rapat khusus untuk membahas persoalan tersebut secara internal sekaligus menentukan langkah organisasi ke depan.

Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian dari anggota DPR RI Komisi X daerah pemilihan Lebak–Pandeglang, Hj. Ade Rossi, agar menyikapi berbagai kritik dan temuan yang saat ini berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

“Kami meminta kepada Hj. Ade Rossi selaku anggota DPR RI Komisi X dari dapil Lebak–Pandeglang agar dapat menyikapi berbagai kritik dan temuan yang saat ini berkembang dan telah menjadi isu di tengah publik,” kata Arwan.

Ia juga menyinggung adanya informasi yang diterima dari pihak yang ditemui oleh Humas Forwatu, yang menyebut bahwa organisasi tersebut telah “aman” dan tidak akan berpengaruh apa pun meskipun mengkritisi program revitalisasi sekolah di Banten.

“Oknum yang menyampaikan hal tersebut disebut berinisial H dan diketahui berdinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.

Arwan menegaskan agar tidak ada pihak yang membangun framing negatif maupun menggiring opini yang dapat merugikan organisasi.

“Jangan membuat framing yang buruk dan menggiring opini yang bias terhadap organisasi kami. Jika ada pihak yang bermain dalam persoalan ini, kami pastikan akan menempuh jalur laporan. Saat ini tim kami juga sedang mengumpulkan data yang konkret terkait hal tersebut,” tegasnya.

Forwatu Banten menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen serta mengawal berbagai program pemerintah agar berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *