
Serang / FaktaData News / Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menginstruksikan seluruh camat, lurah, serta pejabat eselon II dan III untuk memperkuat koordinasi dan kekompakan dalam mengawal pembangunan Kota Serang yang akan mulai berjalan pada Januari 2026.
Dalam arahannya, Budi menekankan pentingnya komunikasi intensif antarpejabat wilayah, terutama dalam menjaga stabilitas dan memastikan seluruh program pembangunan berjalan tanpa hambatan.
Ia menegaskan bahwa peran RT, RW, dan tokoh masyarakat merupakan ujung tombak dalam menjaga kondusivitas.
Karena itu, camat dan lurah wajib membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
“Bagi camat dan lurah yang sudah bekerja dengan baik, pertahankan. Ini penting untuk memastikan koordinasi dengan RT, RW, dan tokoh masyarakat tetap solid,” kata Budi, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kegaduhan di wilayah sering muncul akibat lemahnya komunikasi antara pejabat wilayah dan tokoh masyarakat. Ia memberikan peringatan keras agar kondisi tersebut tidak terulang.
“Kalau lurah atau camat tidak berkoordinasi baik dengan tokoh masyarakat dan RT-RW, itu bisa memicu kegaduhan. Saya wanti-wanti, bangun komunikasi yang baik,” tegasnya.
Budi juga meminta aparat wilayah meningkatkan sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Bantu kepolisian menjaga ketertiban dan keamanan. Setuju?” ujarnya.
Selain itu, Budi mengingatkan bahwa seluruh program pembangunan tahun 2026 akan mulai berjalan pada Januari.
Ia menegaskan seluruh OPD wajib menyerahkan data lengkap agar progres pembangunan dapat dipantau secara efektif.
“Seluruh OPD harus memberikan data yang akan ditayangkan Pemerintah Kota Serang sebagai dasar memulai pembangunan. Semua harus sinergi,” jelasnya.
Budi turut menyinggung pentingnya penerapan manajemen talenta dalam memperkuat kinerja ASN. Ia meminta pejabat berkinerja baik tidak diganti tanpa alasan jelas.
“Jangan orang yang kinerjanya bagus diganti. Saya akan pertanyakan itu. Kecuali memang ada masalah. Kalau aturan mengharuskan diberhentikan, ya berhentikan—jangan takut. Ini untuk menjaga integritas ASN,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Budi menegaskan seluruh jajaran harus bekerja cepat mengikuti ritme kepemimpinan.
“Saya ingin pola kinerja kalian ditingkatkan. Kalau wali kotanya gercep, kepala dinas dan aparat di bawahnya juga harus gercep,” pungkasnya.
(Om Dan SJTR)
