
LEBAK – FaktaDataNews 》 Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya meresmikan Alun-Alun Rangkasbitung, namun menegaskan bahwa hasil rehabilitasi ruang publik tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan.
Saat peresmian pada Senin (5/1/2026), Hasbi langsung melakukan evaluasi lapangan dan meminta kontraktor pelaksana segera memperbaiki sejumlah fasilitas yang dinilai masih bermasalah.
Rehabilitasi Alun-Alun Rangkasbitung diketahui menelan anggaran lebih dari Rp4,9 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebak Tahun 2025.
Proyek ini ditujukan untuk menghadirkan ruang publik yang representatif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, revitalisasi alun-alun ini bisa terwujud. Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari lapangan basket dan voli, arena skateboard, taman bermain anak, olahraga lansia, hingga lintasan lari,” ujar Hasbi.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa besarnya anggaran harus sejalan dengan kualitas pekerjaan. Ia menyoroti masih adanya kekurangan pada sejumlah sarana dan prasarana yang dinilai tidak sesuai harapan.
“Saya minta kontraktor segera melakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran pemeliharaan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi air mancur yang tampak keruh dan dinilai merusak estetika kawasan.
“Air mancur ini harus dibenahi. Kalau airnya keruh, bagaimana mau mencerminkan semangat Lebak Ruhay,” kata Hasbi.
Selain kualitas fisik bangunan, Bupati Lebak juga menekankan pentingnya pengelolaan kebersihan dan sampah di kawasan alun-alun.
Pemerintah daerah telah menyiapkan 14 titik tempat sampah untuk mendukung pemilahan sampah organik dan nonorganik, namun ia mengingatkan agar pengelolaan dilakukan secara konsisten.
Terkait penataan pedagang kaki lima (PKL), Hasbi menyebut penataan lanjutan kawasan perkotaan masih dalam proses perencanaan.
Untuk sementara, aktivitas berdagang di luar area alun-alun masih diperbolehkan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang penataan dan pemberdayaan PKL.
Hasbi menegaskan, Alun-Alun Rangkasbitung harus menjadi wajah kota yang tertib, bersih, dan nyaman, bukan hanya sekadar proyek fisik yang diresmikan tanpa kualitas yang terjaga.
(Om Dan SJTR)
