Kebijakan Kontroversial Gubernur Banten Disorot LMPI

FaktaData News – Banten

Opini publik saat ini banyak mengkritik keras kebijakan Gubernur Banten yang menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga terkait dugaan penamparan siswa perokok di sekolah tersebut. Keputusan ini dianggap sebagai blunder besar yang justru memperburuk situasi dan menimbulkan lebih banyak kontroversi.

Laskar MerahPutih Indonesia menilai bahwa Gubernur Banten terlalu cepat mengambil langkah drastis tanpa melakukan investigasi mendalam dan mempertimbangkan konteks serta alasan Kepala Sekolah bertindak tegas demi mendisiplinkan siswa yang melanggar aturan sekolah, disampaikan Sekretaris LMPI Mada Banten Hasan Ashari kepada awak media.

Hasan menambahkan bahwa Kebijakan penonaktifan ini justru dianggap melemahkan otoritas sekolah dalam menegakkan disiplin dan memberikan sinyal negatif kepada para guru dan tenaga pendidikan bahwa kepemimpinan mereka tidak didukung saat menghadapi masalah, tandasnya dengan nada geram.

Ditempat terpisah Ketua LMPI Mada Banten Jhonner Sihite P saat di konfirmasi menyampaikan bahwa, Gubernur dinilai gagal memahami pentingnya peran kepala sekolah sebagai figur otoritatif yang harus mampu mengambil tindakan tegas sesuai dengan kewenangannya untuk menjaga ketertiban.

Publik juga menganggap tindakan Gubernur tersebut terlalu politis, sehingga mengorbankan integritas dan kewibawaan dunia pendidikan demi kepentingan sesaat. Imbuh Jhon panggilan Akrabnya.

Untuk itu kami simpulkan bahwa keputusan Gubernur Banten ini dipandang sebagai kesalahan strategis yang tidak hanya merugikan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, tetapi juga menciptakan ketidakpastian dan keresahan di lingkungan sekolah serta menurunkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah daerah.

Gubernur seharusnya lebih bijak dan proporsional dalam menanggapi persoalan kedisiplinan di sekolah sebelum mengambil keputusan yang berdampak luas dan negatif.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *