FaktaData News – Serang
Ketua Badan Anti Narkoba Nusantara Provinsi Banten Hasan Ashari menyampaikan Bahaya narkoba sangat besar bagi seseorang karena dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menimbulkan kecanduan, serta memicu kerusakan sosial seperti kriminalitas dan disintegrasi keluarga.
Fenomena banyaknya anak muda menjadi pemakai narkoba disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, yaitu:
Faktor lingkungan, terutama pengaruh teman sebaya yang mendorong remaja untuk mencoba narkoba agar diterima dalam pergaulan serta kondisi keluarga yang kurang kondusif seperti kurangnya perhatian dari orang tua atau anggota keluarga yang juga memakai narkoba.
Faktor psikologis, termasuk stres berat, depresi, gangguan kecemasan, dan masalah emosi yang membuat anak muda melihat narkoba sebagai pelarian atau solusi sementara dari masalahnya.
Rasa ingin tahu dan keinginan bereksperimen yang tinggi pada usia muda, yang meningkatkan risiko kecanduan jika mencoba narkoba sejak dini.
Faktor sosial dan ekonomi, misalnya hidup dalam kemiskinan, pengangguran, serta kurangnya akses pendidikan, yang membuat narkoba menjadi pelarian dari tekanan kehidupan.
Faktor genetik dan biologis yang membuat individu dengan riwayat keluarga kecanduan narkoba memiliki risiko lebih tinggi untuk ikut kecanduan.
Kurangnya edukasi tentang bahaya narkoba dan minimnya pengawasan dari keluarga maupun sekolah juga memperbesar peluang anak muda terjerumus narkoba. Pengaruh media sosial dan budaya pop yang kadang mempengaruhi persepsi remaja terhadap narkoba secara negatif.
Untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba pada anak muda, diperlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan peningkatan perhatian keluarga, edukasi yang tepat, penguatan kesehatan mental, pemberdayaan sosial ekonomi, dan pengawasan lingkungan agar anak muda mampu menghindari godaan dan dampak buruk narkoba.
Bahaya Narkoba
Kesehatan fisik: Narkoba dapat merusak organ vital seperti otak, hati, jantung, dan paru-paru, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Kesehatan mental: Penggunaan narkoba menyebabkan gangguan jiwa, termasuk depresi, kecemasan, halusinasi, dan kehilangan kontrol diri.Kecanduan: Narkoba menciptakan ketergantungan yang membuat penggunanya sulit berhenti dan membutuhkan dosis yang terus meningkat.
Sosial: Narkoba meningkatkan risiko perilaku kriminal, perkelahian, penurunan prestasi sekolah, putus sekolah, dan konflik dalam keluarga serta masyarakat.
Ekonomi: Pengeluaran untuk narkoba menguras keuangan, dan ketergantungan dapat mengurangi produktivitas ekonomi individu.
Langkah Pencegahan di Lingkungan Keluarga
Menjalin komunikasi terbuka antara anggota keluarga agar anak merasa didengar dan dihargai. Memberikan pendidikan dini tentang bahaya narkoba dan nilai hidup sehat. Menjadi contoh perilaku positif dan mengawasi pergaulan anak. Membuat kegiatan bersama keluarga yang positif seperti olahraga, seni, dan aktivitas sosial. Memberikan perhatian dan dukungan emosional untuk mencegah stres dan tekanan yang bisa memicu penyalahgunaan narkoba.
Langkah Pencegahan di Lingkungan Sekolah
Memberikan pendidikan tentang bahaya narkoba melalui kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Mengadakan seminar, workshop, dan diskusi yang melibatkan ahli dan mantan pecandu. Menerapkan sistem pengawasan dan sanksi tegas terhadap penyalahgunaan narkoba di sekolah. Mendorong siswa untuk ikut dalam kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan organisasi siswa. Membentuk kelompok pendukung sebaya untuk saling menguatkan dalam menolak narkoba.
Langkah Pencegahan di Lingkungan Masyarakat
Mengadakan kampanye penyuluhan tentang narkoba secara rutin di berbagai tempat umum. Melibatkan tokoh masyarakat, agama, dan pemuda untuk menguatkan nilai-nilai hidup sehat dan sadar bahaya narkoba. Memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran narkoba. Membangun fasilitas rekreasi dan ruang kreativitas untuk mengalihkan perhatian generasi muda dari narkoba. Mendorong terbentuknya komunitas atau kelompok sosial yang mendukung gaya hidup sehat dan bebas narkoba.
Dengan upaya pencegahan yang terpadu di keluarga, sekolah, dan masyarakat, risiko penyalahgunaan narkoba dapat dikurangi secara efektif.
(Hasan Ashari)
