Wabup Serang Tekankan Guru Harus Adaptif dan Persuasif Hadapi Generasi Alpha

Serang – FaktaDataNews 》Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas, menekankan pentingnya penguatan pola komunikasi guru dalam proses pembelajaran untuk menghadapi karakteristik generasi alpha, yakni anak-anak yang lahir sejak tahun 2010 hingga sekitar 2024.

Hal tersebut disampaikan Najib Hamas usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Pendidikan bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Nurul Fikri Boarding School di Aula Tb. Suwandi, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Najib, generasi alpha merupakan generasi yang sangat akrab dengan dunia digital.

Mereka tumbuh dengan karakter serba instan dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap konten digital, sehingga menuntut pendekatan pembelajaran yang berbeda dari generasi sebelumnya.

“Sebagaimana kita ketahui, generasi alpha ini sangat dekat dengan dunia digital. Mereka punya kekhususan, serba instan dan sangat peduli pada konten-konten digital,” ujar Najib Hamas.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik.

Guru dituntut mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam pembelajaran serta meningkatkan kapasitas dalam menyusun narasi pembelajaran yang kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta didik.

Selain itu, Najib juga menekankan pentingnya perubahan peran guru dalam proses belajar-mengajar.

“Seorang pendidik harus mulai menurunkan ego. Guru harus berposisi sebagai pendamping bagi anak didik, agar pola komunikasi bisa lebih akrab dan efektif,” katanya.

Lebih lanjut, Najib menjelaskan bahwa generasi alpha umumnya telah memiliki akses luas terhadap informasi global melalui media digital.

Oleh karena itu, kurikulum yang diamanatkan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan harus dikemas dengan pola komunikasi yang tepat, persuasif, dan relevan dengan dunia mereka.

Sementara itu, Manager Humas Pondok Pesantren Nurul Fikri Boarding School Serang, Hari Untung Maulana, menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan mampu membekali para guru BK agar dapat mendampingi anak-anak generasi alpha kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan sosial.

“Kembali ke akar maksudnya anak-anak yang sudah terpapar gadget diharapkan bisa kembali ke lingkungan sosial nyata, mengenal tetangga, berinteraksi langsung, bukan hanya berteman lewat layar ponsel,” ujarnya.

Ia berharap materi yang disampaikan para narasumber dapat membantu guru mendorong anak-anak untuk membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Harapan kami, anak-anak bisa kembali dekat dengan orang tua, berinteraksi dengan saudara, dan mau bermain bersama teman-temannya di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *