
Serang — FaktaData NewsTim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Serang mendampingi Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Serang dalam kegiatan pemantauan ketersediaan komoditas dan harga beras di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras sebagai komoditas vital, tetap aman dan terjangkau menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES menjelaskan bahwa dalam pemantauan ini petugas melakukan pengecekan langsung terhadap stok beras, sistem distribusi, serta kesesuaian harga jual di tingkat produsen dan pengecer dengan ketentuan yang berlaku.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras baik di tingkat produsen maupun retail modern masih stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar AKP Andi Kurniady.
Ia merinci, harga beras premium saat ini berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.900 per kilogram. Sementara beras medium dijual antara Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP di kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.
“Seluruhnya masih sesuai dengan HET,” tegasnya.
Selain melakukan pengecekan harga dan stok, petugas juga memberikan imbauan kepada para produsen dan pedagang agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan praktik curang, seperti mengurangi timbangan atau mencampur kualitas beras.
“Kami menekankan pentingnya kejujuran dalam berdagang. Hal ini menyangkut kepercayaan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah,” jelas Andi.
Lebih lanjut, AKP Andi menegaskan bahwa kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, akan terus dilakukan secara berkala.
Polres Serang bersama instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.
“Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran atau upaya manipulasi harga,” pungkasnya.
(Saudi)
