
Fakta Data News.com | Lebak,Banten.Kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Banjarsari berlangsung meriah di SDN 2 Kumpay, Rabu (15/4/2026).
Ajang ini menjadi ruang ekspresi bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni sekaligus memperkuat karakter sejak usia dini.
Puluhan sekolah dasar dari seluruh wilayah Kecamatan Banjarsari turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tercatat sebanyak 42 sekolah mengirimkan perwakilannya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang lomba seni, seperti tari tradisional, solo vokal, menggambar, hingga kriya.
Dengan mengangkat semangat penguatan karakter melalui seni budaya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil lomba, tetapi juga pada proses pembelajaran siswa dalam mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, serta menghargai karya orang lain.
Acara pembukaan berlangsung tertib dan penuh semangat, dihadiri oleh unsur pengawas pendidikan, organisasi profesi guru, serta para kepala sekolah. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi non-akademik siswa.
Pengawas Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ade Saepudin, S.Pd, menegaskan bahwa FLS3N memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana efektif dalam membentuk mental dan karakter siswa melalui pendekatan seni.
“Anak-anak belajar lebih dari sekadar lomba. Mereka belajar keberanian, kebersamaan, dan menghargai proses,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PGRI Kecamatan Banjarsari, Ahmad Eva Fakhromi, M.Pd, menyoroti peran guru sebagai pendamping utama dalam mengembangkan potensi siswa. Ia mendorong agar pembinaan di bidang seni terus ditingkatkan di setiap sekolah.
Ketua K3S Kecamatan Banjarsari, Ade Sasmita, S.Pd, turut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar satuan pendidikan. Ia menilai FLS3N mampu menciptakan suasana pendidikan yang lebih hidup dan inspiratif.
Sebagai tuan rumah, Kepala SDN 2 Kumpay, Sukaenah, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga meninggalkan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta.
Menariknya, proses penilaian dalam kegiatan ini melibatkan para guru purna bakti. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi panjang di dunia pendidikan.
Sepanjang kegiatan, para peserta tampil dengan penuh semangat dan percaya diri. Beragam penampilan yang ditampilkan menunjukkan potensi besar siswa dalam bidang seni, sekaligus mencerminkan kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan.
Melalui FLS3N ini, diharapkan akan lahir talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa.
(Achmad )
