LMPI MADA BANTEN DESAK KAPOLDA BANTEN BERANTAS PREMANISME BERKEDOK DEBT COLLECTOR, PELAKU PEMBACOKAN ANGGOTA BRIMOB HARUS DIHUKUM BERAT

Banten | FaktaDataNews》
LMPI Mada Banten mengecam keras aksi pengeroyokan dan pembacokan yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector (DC) terhadap dua personel Satbrimob Polda Banten di wilayah Kota Serang. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan brutal yang tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga merupakan bentuk nyata premanisme yang semakin meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Banten.
Ketua LMPI Mada Banten, Jhonner Sihite,P mendesak Kapolda Banten untuk mengambil langkah tegas dan terukur dalam memberantas kelompok-kelompok debt collector yang menjalankan praktik penagihan dengan cara intimidasi, kekerasan, dan tindakan melawan hukum.

“Kami mendesak Bapak Kapolda Banten untuk menindak tegas seluruh pelaku premanisme yang berkedok debt collector. Peristiwa pembacokan terhadap anggota Brimob ini menjadi bukti bahwa keberadaan kelompok-kelompok tersebut sudah sangat meresahkan, mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta tidak boleh dibiarkan berkembang di wilayah hukum Polda Banten,” tegas Jhonner Sihite.P

LMPI Mada Banten menilai tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam terhadap aparat negara merupakan kejahatan serius yang harus diusut hingga tuntas. Aparat penegak hukum diminta tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap jaringan, kelompok, maupun pihak-pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi kekerasan tersebut.


Selain itu, LMPI Mada Banten meminta seluruh aktivitas debt collector yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum untuk dievaluasi dan ditertibkan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Menurut LMPI Mada Banten, maraknya aksi penarikan kendaraan yang disertai intimidasi dan kekerasan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah penegakan hukum yang tegas agar tidak ada lagi praktik-praktik premanisme yang mengatasnamakan penagihan utang.

LMPI Mada Banten juga menyampaikan dukungan penuh kepada Polda Banten dalam mengusut tuntas kasus tersebut dan berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat segera ditangkap serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tidak boleh ada ruang bagi premanisme di Banten. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan dan senjata untuk menakut-nakuti masyarakat. Kami berdiri bersama aparat penegak hukum untuk memberantas premanisme hingga ke akar-akarnya,” tutup Jhonner Sihite.P

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *