Tiga Pekan Ambruk, Jembatan Pandeglang Baru Dipasang Sementara, Warga Desak Bangunan Permanen

Pandeglang – FaktaDataNews 》Setelah hampir tiga pekan ambruk dan memutus akses warga, jembatan penghubung di Desa Keramatjaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, akhirnya ditangani Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Namun penanganan tersebut dinilai belum tuntas karena jembatan yang dipasang masih bersifat sementara.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengungkapkan bahwa jembatan yang kini bisa dilalui warga merupakan jembatan bailey milik DPUPR Provinsi Banten.

“Sudah ditangani, tapi ini masih jembatan sementara, belum permanen,” ujar Andrian, Senin (5/1/2026).

Ia mengakui pembangunan jembatan permanen belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah.

Menurutnya, DPUPR Pandeglang baru akan membangun jembatan permanen jika tersedia alokasi anggaran, atau akan mengusulkannya ke Pemerintah Provinsi Banten.

“Kalau ada anggaran di daerah, langsung kita bangun karena perencanaannya sudah ada. Kalau tidak, kita usulkan ke provinsi,” katanya.

Kondisi ini menuai harapan sekaligus kekecewaan warga. Meski bersyukur akses kembali terbuka, warga menilai solusi sementara tidak cukup untuk menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas jangka panjang.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah karena warga sangat terbantu. Tapi kami berharap jangan hanya sementara, kami ingin jembatan permanen,” ujar Tusi, warga setempat.

Diketahui sebelumnya, jembatan tersebut ambruk pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB saat dilintasi kendaraan.

Peristiwa itu menyebabkan akses ke tiga desa terputus total dan mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.

Warga setempat, Debin, menyebut jembatan sudah lama mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi layak pakai.

“Jembatan sudah rusak karena usia, akhirnya ambruk,” katanya.

Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap minimnya perawatan infrastruktur dan lambannya respons pembangunan permanen, terutama untuk akses vital masyarakat pedesaan yang menjadi urat nadi ekonomi dan pelayanan dasar.

(Om Dan SJTR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *