Banjir Rendam 115 Rumah di Kresek, Tanggul Jebol 11 Tahun Tak Diperbaiki, Pemprov Banten Dipertanyakan

KRESEK – FaktaDataNews 》 Banjir kembali merendam Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (5/1/2026).

Sedikitnya 115 rumah warga dan 35 hektare sawah terendam akibat luapan Sungai Cidurian yang tidak mampu dibendung tanggul jebol yang dibiarkan terbengkalai sejak 2015.

Kepala Dusun Pasir Ampo, Sukemi, menegaskan banjir ini bukan peristiwa baru, melainkan bencana berulang yang dipicu kelalaian pemerintah dalam menangani infrastruktur pengendali banjir.

“Tanggul sepanjang lima meter ini jebol sejak 2015. Sudah 11 tahun tidak pernah ada perbaikan. Setiap tahun warga kebanjiran, tapi tidak ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten,” tegas Sukemi di lokasi banjir.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 hingga 70 sentimeter, merendam permukiman warga selama tiga hari berturut-turut.

Ironisnya, meski banjir berlangsung lama dan meluas, tidak satu pun petugas BPBD Kabupaten Tangerang terlihat di lokasi, baik untuk peninjauan maupun penyaluran bantuan logistik.

“Sudah tiga hari banjir, tapi tidak ada bantuan. BPBD juga tidak datang meninjau. Warga dibiarkan bertahan sendiri,” keluhnya.

Sukemi menyebut warga enggan mengungsi bukan karena kondisi aman, melainkan karena ketiadaan lokasi pengungsian serta banjir yang sudah dianggap “langganan” akibat pembiaran yang terus berulang.

“Mau banjir setinggi apa pun warga tetap bertahan. Bukan karena siap, tapi karena tidak ada tempat mengungsi,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Banten segera bertanggung jawab, mengingat tanggul Sungai Cidurian merupakan kewenangan provinsi.

Pembiaran selama lebih dari satu dekade dinilai sebagai bentuk kegagalan dalam mitigasi bencana.

“Kami hanya minta satu, tanggul ini diperbaiki. Jangan tunggu korban lebih banyak baru bertindak,” pungkas Sukemi.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *