Klarifikasi RSUD Adjidarmo Dinilai Janggal, Orang Tua Pasien Laporkan Dugaan Penolakan ke Anggota DPRD Lebak Komisi III

Fakta Data News.com | Lebak,Banten.Klarifikasi pihak RSUD Adjidarmo terkait dugaan penolakan pasien anak bernama Bahira menuai sorotan baru dari pihak keluarga pasien. Orang tua pasien menilai penjelasan rumah sakit bertolak belakang dengan kondisi nyata yang dialami anaknya hingga akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit lain.

Sebelumnya, pihak RSUD Adjidarmo melalui keterangan internal menyampaikan bahwa pasien datang ke IGD dengan keluhan demam. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, kondisi pasien disebut dalam keadaan normal dan dinilai cukup menjalani rawat jalan sehingga dipulangkan dan tidak dirawat.

“Izin menyampaikan terkait pasien yang ditolak di IGD. Tadi pas ditanyakan ke dokter yang jaga semalam, sama dicek di CCTV ternyata pasien ini datang dengan keluhan demam, tapi ketika dilakukan pemeriksaan sama dokter hasilnya normal dan keadaan umum pasiennya juga bagus. Makanya dokter menganjurkan untuk berobat jalan aja, jadi pasien dipulangkan dari IGD tidak dirawat,” demikian isi klarifikasi yang diterima.

Namun pernyataan tersebut langsung dibantah pihak keluarga pasien. Menurut keterangan keluarga, pasien tidak mendapatkan obat maupun penanganan awal saat berada di IGD RSUD Adjidarmo.

Orang tua korban kembali mempertanyakan keputusan rumah sakit yang memulangkan anaknya tanpa tindakan medis awal, terlebih pasien merupakan anak-anak yang mengalami panas tinggi dan datang pada dini hari.

“Apabila memang menurut dokter saat itu kondisi pasien dinilai cukup menjalani rawat jalan, mengapa pasien tidak diberikan obat ataupun penanganan awal sebagai pertolongan pertama, terlebih kondisi saat itu terjadi pada malam hari dan pasien merupakan anak yang mengalami panas tinggi,” ujar orang tua korban saat meminta penjelasan lanjutan kepada pihak rumah sakit.

Selain itu, pihak keluarga juga mempertanyakan adanya perbedaan penilaian medis antara RSUD Adjidarmo dengan RS Misi.

“Apabila kondisi pasien dianggap normal atau tidak mengkhawatirkan, mengapa setelah dibawa ke RS Misi justru pasien dinyatakan membutuhkan perawatan hingga saat ini masih menjalani penanganan medis di sana,” lanjutnya.

Menurut pihak keluarga, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait perbedaan hasil penilaian maupun diagnosis terhadap pasien.

Orang tua pasien, Rudi H, mengaku sangat menyayangkan pelayanan yang diterima anaknya di RSUD Adjidarmo. Ia menilai keputusan memulangkan pasien bertolak belakang dengan fakta bahwa anaknya akhirnya langsung mendapatkan penanganan intensif di RS Misi.

Merasa ada kejanggalan dalam pelayanan tersebut, Rudi langsung melaporkan persoalan itu kepada anggota DPRD Kabupaten Lebak Komisi III yang membidangi pengawasan pelayanan publik dan kesehatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota DPRD Komisi III disebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengawasan dan meminta penjelasan terkait dugaan pelayanan yang dialami pasien.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut pelayanan kesehatan terhadap pasien anak dan dugaan lemahnya penanganan awal di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

(Achmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *