Puluhan Pasien Klinik Pengobatan Tradisional Terjebak Banjir di Baros Serang

Serang – FaktaDataNews 》Minggu (11/1/2026) — Sebanyak 20 pasien pengobatan tradisional terjebak banjir di sebuah klinik tradisional yang berada di Kampung Polokiong, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.

Pemilik klinik pengobatan tradisional, Hendri, mengatakan air mulai masuk ke area pemukiman dan tempat praktiknya sekitar pukul 12.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi tersebut membuat para pasien yang tengah menjalani pengobatan tidak dapat keluar dari lokasi.

“Banjirnya sampai selutut. Jarang terjadi banjir seperti ini. Ada sekitar 20 pasien yang sedang berobat dan sampai sekarang belum bisa dievakuasi,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, akses jalan menuju klinik tertutup genangan air yang cukup tinggi sehingga menyulitkan evakuasi.

Hingga siang hari, belum ada bantuan maupun petugas yang tiba di lokasi. Ia berharap dinas terkait dan tim penanggulangan bencana segera turun tangan untuk mengevakuasi pasien serta warga terdampak.

Hendri menambahkan, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta buruknya sistem drainase.

Kontur tanah di wilayah Kampung Polokiong yang lebih rendah dibandingkan area Pasar Baros membuat air kiriman menumpuk dan mengalir ke pemukiman warga melalui gorong-gorong.

“Wilayah kami posisinya lebih rendah, jadi air dari arah pasar turun semua ke sini lewat gorong-gorong,” jelasnya.

Berdasarkan data kaji cepat BPBD Kabupaten Serang, banjir melanda dua titik lokasi, yakni Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung.

Dampak terparah terjadi di Kampung Polokiong RT 06/RW 01, dengan 33 rumah terendam banjir. Sebanyak 58 Kepala Keluarga (KK) atau 174 jiwa terdampak.

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menggenangi Kantor Desa Baros. Di lokasi ini, tercatat 6 lansia dan 24 anak-anak ikut terdampak banjir.

Sementara itu, di Kampung Siliwung RT 01/RW 05, banjir merendam satu unit rumah yang dihuni 2 KK atau 6 jiwa.

BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan di lokasi terdampak.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *