Dugaan Kp. Katapura dijadikan Tempat Mesum. Warga Bermusyawarah

Serang, Fakta&Data News.

Berawal dari keributan di salah satu rumah warga yang di duga dijadikan tempat mesum yang berada di kampung Katapura desa Tambiluk kecamatan Petir kabupten Serang.
Kejadian ribut berlangsung pada sabtu dini hari jam, sekira jam 03.00 wib, 25 Oktober 2025

Nurjaya dan beberapa warga kampung katapura merasa resah dengan keberadaan tempat yang tidak lazim berada di kampung akhirnya melakukan inspeksi dadakan dibantu beberapa warga yang relatif masih muda.
Di ketahui dari warga sekitar tempat itu adalah sebuah rumah milik kader partai berlambang kepala banteng dan menurut warga disekitar itu, tempatnya sering disewakan ke pengunjung dari luar kampung atau luar wilayah, secara berpasangan atau sendirian. Bahkan masih menurut info di lapangan di tempat itu juga menyediakan wanita penghibur yang tidak diketahui asal usulnya

Saat Nurjaya dan rekannya masuk, di tempat itu ada 2 orang wanita yang sedang tiduran dan seorang lelaki muda warga Cireundeu desa Ciireundeu kecamatan Petir kabupaten Serang berinisial AR

Saat Nur bertanya pada AR, malah AR menjawab dengan ketus hingga menimbulkan kemarahan Nur, hingga tanpa sadar Nur mencabut sebilah pisau yang terselip dipinggangnya dan secepat kilat menyerang AR, namun dengan sigap AR menepis serangan itu dan berlari untuk menyelamatkan diri

Akhirnya AR melaporkan Nur ke Polsek Petir dengan tenggang waktu 1 jam dari peristiwa yang telah terjadi
Karena keributan ini terjadi dalam satu wilayah hukum polsek Petir dan demi menjaga kondusifitas wilayah maka pihak kepolisian mengembalikan persoalan ini kepada warga untuk musyawarah
Pertemuan dan musyawarah dilakukan di rumah Nur yang berada di kampung Katapura Rt.022/004 Desa Tambiluk Kecamatan Petir Kabupaten Serang
Musyawarah yang sempat diwarnai ketegangan antara pelapor dan terlapor itu dihadiri Busthanul sebagai Bhabinkatibmas Polsek Petir, menantu Nur dan Lawyer dan beberapa masyarakat serta terlapor.
Saat Nur ditanya, kenapa sampai terjadi hal seperti ini
Nur dan beberapa rekannya yang diduga terlapor menjawab
Kami resah pak, sudah kami sampaikan ke pihak desa bahkan ke pihak berwajib tapi sampai detik ini tidak ada tindakan apapun, apa karena tempat itu milik kader partai hingga sampai detik ini perbuatan tak bermoral itu dibiarkan.

Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yg terkomfirmasi

Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *