Yeremia Mendrofa Desak Pemprov Banten Hentikan Praktik PLT, 24 Sekolah Masih Tanpa Kepala Sekolah Definitif

SERANG – FaktaDataNews 》Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, mendesak Pemerintah Provinsi Banten segera mengakhiri ketergantungan pada pelaksana tugas (PLT) kepala sekolah dan melakukan pengisian kepala sekolah definitif secara profesional dan transparan.

Yeremia menilai, hingga kini masih banyak sekolah negeri di Banten yang dipimpin oleh PLT, kondisi yang dinilai menghambat pembenahan dan peningkatan mutu pendidikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 24 sekolah di Provinsi Banten masih belum memiliki kepala sekolah definitif.

Beberapa sekolah yang masih dipimpin PLT antara lain SMKN 4 Curug Kota Serang, SMAN 1 Kota Serang, SMKN 1 Ciruas, dan SMAN 1 Kibin. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Tangerang Raya dan daerah lain di Banten.

“Iya, masih banyak yang PLT. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kita terus dorong agar pengisian jabatan kepala sekolah dilakukan dengan prinsip the right man on the right place with the right competency, bukan karena faktor X atau kepentingan tertentu,” tegas Yeremia.

Menurutnya, dunia pendidikan, khususnya SMA dan SMK Negeri di Banten, membutuhkan figur kepala sekolah yang memiliki kompetensi, keberanian mengambil keputusan, rasa memiliki (ownership), serta motivasi kuat untuk melakukan perbaikan nyata.

Yeremia menekankan, masih banyak pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan Banten, mulai dari rendahnya mutu pendidikan, kondisi gedung dan lingkungan sekolah yang memprihatinkan, hingga perilaku tidak semestinya yang masih terjadi di lingkungan sekolah.

“Belum lagi rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di sekolah sangat menentukan arah dan budaya pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengisian kepala sekolah definitif bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kunci utama pembenahan sistem pendidikan di Banten.

Pemerintah Provinsi diminta tidak menunda-nunda dan segera mengambil langkah konkret demi masa depan pendidikan dan peserta didik.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *