Jalan Perbatasan Banten–Jabar Viral: Sebelah Mulus Beraspal, Sebelah Lain Masih Tanah Merah

Lebak – FaktaDataNews 》Seruas jalan di perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat viral di media sosial karena kondisinya yang sangat kontras.

Di satu sisi, jalan wilayah Jawa Barat tampak mulus beraspal lengkap dengan marka putih, sementara di sisi lainnya yang masuk wilayah Banten masih berupa tanah merah.

Pantauan di lokasi menunjukkan, ruas jalan di wilayah Jawa Barat telah diaspal hitam dan terlihat rapi. Sebaliknya, jalan yang berada di wilayah Kabupaten Lebak, Banten, belum tersentuh pembangunan dan masih berupa jalan tanah.

Salah satu warga hunian sementara (huntara), Erum, mengatakan jalan di wilayah Jawa Barat mulai diaspal sejak pekan lalu oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat.

Menurutnya, batas ujung aspal tepat berada di depan huntara tempat ia tinggal.“Ujungnya persis di sini.

Yang di Lebak masih tanah, sementara yang di Bogor sudah mulus,” kata Erum saat ditemui di Huntara Cigobang, Kabupaten Lebak.

Erum menjelaskan, pengaspalan dilakukan mulai dari Kampung Cileuksa, kampung terakhir di wilayah Bogor yang berbatasan langsung dengan Lebak, hingga ke titik perbatasan.

Sementara itu, jalan di wilayah Lebak belum mengalami pembangunan sejak warga mulai menempati huntara pada 2020 lalu.

“Padahal jalan ini sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang bersekolah ke kampung sebelah. Tapi sampai sekarang belum pernah dibangun,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT setempat, Ajum. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan jalan maupun hunian tetap (huntap) bagi warga yang masih tinggal di huntara.

“Setiap ada pejabat datang, mulai dari gubernur, bupati, sampai wakil bupati, kami selalu sampaikan permintaan huntap atau minimal pembangunan jalan. Tapi sampai sekarang hanya janji,” kata Ajum.

Ia juga membandingkan kondisi warganya dengan wilayah Bogor.

Menurutnya, pembangunan huntap di wilayah Jawa Barat bisa selesai kurang dari satu tahun, sementara warga di wilayah Lebak sudah enam tahun tinggal di huntara tanpa kepastian.

“Di sana enggak sampai setahun huntap sudah jadi, kami di sini sudah enam tahun belum dibangun-bangun,” tutupnya.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *