
Serang – FaktaDataNews 》Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menggelar Gebyar Serang Mengaji pada 14 Februari 2026 mendatang di Royal Baroe, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Tahrib Ramadhan 1447 Hijriah dan akan melibatkan sebanyak 10.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Agenda tersebut dibahas dalam rapat persiapan Gebyar Serang Mengaji dan Tahrib Ramadhan 1447 H yang berlangsung di Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Jumat (23/1/2026).
Ribuan peserta yang terlibat terdiri dari 6.000 siswa SMP, 2.000 siswa MTs dan Aliyah, serta 2.000 santri pondok pesantren se-Kota Serang.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa Gebyar Serang Mengaji merupakan bagian dari janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Insya Allah pada tanggal 14 Februari nanti, acaranya bukan sekadar seremonial, tetapi bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ujar Nanang.
Selain kegiatan mengaji massal, Pemkot Serang juga berencana memberikan insentif kepada guru-guru ngaji yang terlibat dalam program tersebut.
Namun demikian, besaran insentif masih dalam tahap perencanaan dan akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Kota Serang.
Nanang menegaskan pentingnya validasi data guru ngaji agar tidak terjadi tumpang tindih dengan data yang sudah ada di tingkat kelurahan.
“Kemenag kita minta menyiapkan data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai overlap dengan data guru ngaji yang sudah menerima insentif di kelurahan,” jelasnya.
“Nanti kita inventarisir dan sandingkan datanya. Kalau ada yang double, tinggal dipilih salah satu,” imbuh Nanang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menyampaikan bahwa program Serang Mengaji di sekolah-sekolah sebenarnya telah berjalan sejak September 2025, khususnya menyasar siswa kelas 9 SMP.

“Dari sekitar 1.600 siswa, kini tersisa 860 siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an,” ungkap Nuri.
Terkait pengadaan insentif guru ngaji, Ahmad Nuri menyebutkan bahwa formulasi anggaran secara khusus direncanakan pada tahun 2027, meskipun saat ini sudah ada honor guru ngaji yang diberikan melalui masing-masing kelurahan.
“Sekarang sedang dilakukan validasi jumlah guru ngaji di Kota Serang. Nantinya data ini akan diintegrasikan dengan Kementerian Agama,” jelasnya.
Melalui program Serang Mengaji, Pemkot Serang berharap dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an, memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat, serta mencetak generasi muda yang berakhlak dan berkarakter.
(Wendi)
