AKBP Irene Missy: Polwan Besi Berhati Lembut, Pembongkar TPPO yang Tak Sekadar Menindak Tapi Menyelamatkan

Banten – FaktaDataNews》Sosok AKBP Irene Missy menjadi bukti bahwa ketegasan dan empati bisa berjalan beriringan dalam penegakan hukum. Di balik sikapnya yang tegas sebagai aparat reserse, tersimpan kepedulian mendalam terhadap korban, terutama perempuan dan anak.

Perempuan kelahiran Ternate, Maluku Utara ini bukan wajah baru di dunia reserse. Rekam jejaknya panjang, ditempa dari berbagai penugasan strategis mulai dari Kanit, Kasat, Kapolsek hingga auditor, baik di lingkungan Polda Sumatera Selatan maupun Polrestabes Palembang.Baginya, jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah.

“Setiap jabatan adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Kini, Irene dipercaya mengemban tugas sebagai Kasubdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Banten—sebuah posisi yang menuntut ketajaman analisis sekaligus kepekaan nurani.

Di tangan Irene, kinerja bukan sekadar formalitas. Dalam waktu singkat, ia berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus prostitusi online—sebuah kejahatan yang kompleks dan menyasar kelompok rentan.Namun bagi Irene, pengungkapan kasus bukanlah garis akhir.

“Ini bukan hanya soal menangkap pelaku, tapi bagaimana menyelamatkan masa depan korban,” tegasnya.

Pendekatannya berbeda. Ia tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga memastikan korban mendapatkan pendampingan dan pemulihan. Baginya, korban bukan sekadar objek perkara, melainkan manusia yang harus dirangkul dan dipulihkan.

“Korban butuh dukungan, bukan hanya perlindungan hukum,” katanya.

Menariknya, sentuhan kemanusiaan itu juga ia terapkan kepada pelaku. Irene percaya, penegakan hukum harus memberi efek jera sekaligus ruang kesadaran.

“Kesalahan bisa terjadi, tapi yang penting adalah tidak mengulanginya,” ujarnya.

Kombinasi ketegasan dan empati inilah yang membuat Irene dihormati, baik oleh internal kepolisian maupun masyarakat. Ia hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung.

Dedikasinya pun tak luput dari apresiasi. Ia menerima penghargaan dari Komite Perempuan SPSI Provinsi Banten atas komitmennya dalam melindungi perempuan dan anak.Meski begitu, Irene tetap rendah hati.

Ia menegaskan bahwa setiap keberhasilan adalah hasil kerja tim, bukan individu semata.Ke depan, ia berkomitmen memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama menghadapi ancaman kejahatan berbasis digital yang terus berkembang.

“Teknologi berkembang, kejahatan juga ikut berkembang. Kita harus lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih siap,” tutupnya.

Di tengah kerasnya dunia penegakan hukum, AKBP Irene Missy hadir sebagai wajah Polwan yang bukan hanya kuat dalam tindakan, tetapi juga hangat dalam kemanusiaan.

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *