
Serang | FaktaDataNews 》Praktik penipuan berkedok lowongan kerja kembali terbongkar. Kali ini, pasangan suami istri berinisial RH (38) dan RM (36) tak berkutik saat diamankan jajaran Polsek Cikande, Polres Serang, setelah diduga menipu belasan pencari kerja dengan modus janji manis pekerjaan di kawasan industri modern.
Keduanya ditangkap pada Minggu (05/04) dan kini resmi mendekam di sel tahanan Polsek Cikande. Modus yang digunakan terbilang licik dan terstruktur.
Dengan mengatasnamakan yayasan outsourcing yang berlokasi di Perum Puri Teratai, Desa Situterate, Kecamatan Cikande, pelaku memancing korban dengan iming-iming pekerjaan lengkap dengan gaji harian, BPJS, hingga fasilitas makan.Namun di balik janji tersebut, terselip jebakan.
Korban diwajibkan menyetor uang hingga Rp3,3 juta dengan dalih biaya administrasi, pendaftaran, hingga pembukaan rekening gaji.
Ironisnya, setelah uang disetor, pekerjaan yang dijanjikan tak pernah ada—korban dibiarkan menggantung sejak Januari 2026 tanpa kejelasan.
Kapolsek Cikande, AKP Tatang, S.H., menegaskan bahwa aksi kedua pelaku bukan sekadar penipuan biasa, melainkan sudah mengarah pada praktik terorganisir yang menyasar masyarakat pencari kerja yang rentan.
“Awalnya hanya satu korban yang melapor. Namun setelah kami kembangkan, jumlah korban diduga sudah mencapai belasan orang. Ini bukan kasus kecil, ini sudah sistematis dan meresahkan,” tegasnya.
Polisi kini terus mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau korban lain yang belum melapor. Total kerugian pun diperkirakan terus bertambah.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana yang tidak ringan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terjebak rayuan lowongan kerja berbayar.
“Kalau ada syarat masuk kerja harus bayar di awal, itu patut dicurigai. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban. Laporkan segera jika menemukan praktik seperti ini,” tutup Kapolsek.
Kasus ini menjadi tamparan keras bahwa di tengah sulitnya lapangan pekerjaan, masih saja ada oknum tak bertanggung jawab yang tega memeras harapan rakyat demi keuntungan pribadi.
(Wendi)
