SMKN 2 Rangkasbitung Siapkan Lulusan Berdaya Saing Lewat Program Teaching Factory 2025

Lebak / Faktadata News / Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Rangkasbitung melalui Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) menggelar Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TEFA) Skema Reguler Tahun 2025 di Aula SMKN 2 Rangkasbitung, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas diterimanya bantuan program TEFA Reguler Tahun 2025 dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek.

Program tersebut bertujuan memperkuat implementasi pembelajaran berbasis industri agar lulusan SMK lebih siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.Kepala SMKN 2 Rangkasbitung, Sukarno, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada sekolahnya.

Ia menilai, program Teaching Factory merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berkarakter wirausaha.

“Program Teaching Factory adalah bentuk pembelajaran berbasis industri yang difasilitasi pemerintah pusat. Bagi kami yang memiliki konsentrasi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, program ini sangat relevan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa, baik dari aspek keterampilan teknis, soft skill, maupun life skill sebagai bekal masa depan,” ujar Sukarno.

Sebagai bentuk implementasi program, SMKN 2 Rangkasbitung menjalin kemitraan dengan BildesFarm, perusahaan yang bergerak di bidang produksi bibit tanaman sayuran.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, berbasis industri, dan berorientasi kewirausahaan.

“Kami memilih BildesFarm sebagai mitra karena memiliki keunggulan di bidang pengembangan bibit tanaman. Melalui kerja sama ini, siswa dapat belajar langsung dari industri, mulai dari proses riset, produksi, hingga pengendalian mutu,” tambahnya.

Ketua Konsentrasi Keahlian ATPH, Abdurahman Taufiq, menjelaskan bahwa konsep Teaching Factory yang diterapkan di SMKN 2 Rangkasbitung mengusung prinsip adopsi, tiru, dan modifikasi dari teknologi yang digunakan mitra industri.

“Mulai dari media tanam hingga proses produksi bibit, kami mengadopsi teknologi BildesFarm. Beberapa teknik kami tiru, seperti proses persiapan media tanam dan teknologi persemaian. Namun kami juga melakukan modifikasi, salah satunya dengan penggunaan mesin pengaduk untuk mempercepat proses pencampuran dan meningkatkan efisiensi produksi,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan sistem mekanis dalam proses produksi bibit diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperhatikan aspek efisiensi dan keberlanjutan.

Lebih lanjut, Abdurahman menegaskan bahwa pelaksanaan Teaching Factory tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami, melalui Teaching Factory ini capaian kompetensi siswa dapat terlaksana secara optimal. Sekolah juga dapat berperan dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat serta menumbuhkan jiwa wirausaha yang realistis dan produktif,” ujarnya.

Dengan dukungan Program TEFA 2025 dari pemerintah pusat serta sinergi bersama BildesFarm sebagai mitra industri, SMKN 2 Rangkasbitung berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing tinggi, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian dan ekonomi daerah.

(Hendrik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *