
KOTA SERANG – FaktaDataNews 》Bencana banjir kembali menghantam Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dengan dampak yang kian mengkhawatirkan.
Sebanyak 8 kelurahan terdampak dan hampir 5.700 Kepala Keluarga (KK) terimbas banjir, dengan Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten menjadi wilayah paling parah.
Fakta tersebut diungkapkan Camat Kasemen, Sugiri, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir dan Rumah Roboh di Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Senin (5/1/2026).
“Banjir di Kecamatan Kasemen berdampak pada sekitar 5.700 KK di 8 kelurahan. Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Kasunyatan dan Banten,” tegas Sugiri.
Sugiri mengungkapkan, banjir tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh pendangkalan (sedimentasi) dan penyempitan sungai-sungai utama, yakni Sungai Ciwaka, Sungai Padek, dan Sungai Pecinan.
Kondisi tersebut diperparah oleh maraknya bangunan liar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang menghambat aliran air.
“Penyebab utama banjir adalah sedimentasi dan penyempitan sungai, ditambah bangunan liar di bantaran sungai yang memperparah luapan air,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Serang memastikan akan melakukan normalisasi sungai-sungai penyebab banjir.
Tak hanya itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, juga telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, untuk melakukan pendampingan bersama Kejaksaan guna memvalidasi status kepemilikan dokumen warga yang bermukim di kawasan DAS.
“Jika warga benar-benar memiliki dokumen yang sah, maka akan dilakukan penanganan lanjutan sesuai ketentuan. Namun semuanya harus jelas dan tertib,” ujar Sugiri.
Ia menegaskan, penanganan banjir ke depan tidak boleh setengah-setengah dan harus dilakukan secara menyeluruh, tegas, dan terintegrasi, agar banjir tahunan yang terus berulang di Kasemen tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat.
“Penanganan harus total, bukan hanya darurat. Ini demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” pungkasnya.
(Saudi)
