
LEBAK, BANTEN — FaktaDataNews 》Aktivitas pertambangan batu di Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, kembali memakan korban jiwa. Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa material batu berukuran besar yang longsor dari tebing lokasi tambang, Senin (9/2/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas penambangan bersama sejumlah pekerja lainnya.
Tanpa peringatan, tebing batu di area tambang tiba-tiba runtuh dan menjatuhkan material batu ke arah pekerja. Korban tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung tertimpa batu dengan kondisi luka berat.
Rekan kerja korban sempat berupaya memberikan pertolongan dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, dan warga setempat langsung melakukan proses evakuasi dengan peralatan seadanya. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi tambang batu tersebut diduga belum sepenuhnya menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Struktur tebing yang curam serta minimnya pengamanan di area rawan longsor disinyalir menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan fatal tersebut.
Sejumlah warga sekitar mengaku aktivitas pertambangan di wilayah Ciakar sudah lama menimbulkan kekhawatiran.
Selain berisiko terhadap keselamatan pekerja, tambang batu tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan dan permukiman warga sekitar.

“Kami sering lihat batu runtuh kecil-kecil, tapi tetap dipaksakan kerja. Sekarang sampai ada yang meninggal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri legalitas tambang dan penerapan prosedur keselamatan kerja.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang terkait insiden tersebut. Aparat berwenang juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor pertambangan rakyat yang kerap luput dari pengawasan. Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta penertiban tambang batu demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(Wendi)
