Nyata! Warga Teluk Dalem Turun Tangan Tambal Jalan Rusak Demi Akses Pendidikan

LAMPUNG TIMUR – FaktaDataNews 》Tak ingin terus berpangku tangan melihat kondisi jalan yang rusak parah, ratusan warga Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Teluk Dalem, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, turun langsung melakukan penimbunan jalan berlubang secara swadaya.

Aksi gotong royong ini dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Desa Nasional, berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (11–12 Januari 2026).

Warga menimbun lubang-lubang jalan di jalur utama menuju SMP Negeri 1 Mataram Baru, yang selama ini menjadi akses vital bagi pelajar dan masyarakat sekitar.

Aksi tersebut bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bentuk protes positif sekaligus solusi nyata atas kerusakan infrastruktur yang dinilai membahayakan keselamatan, khususnya para siswa yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk bersekolah.

Dengan peralatan seadanya dan material hasil swadaya, warga bahu-membahu meratakan jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang menganga.

Mereka menilai, menunggu perbaikan dari pemerintah tanpa tindakan darurat justru berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban, apalagi ini akses utama anak-anak kami ke sekolah. Momentum Hari Desa Nasional kami jadikan bukti bahwa kekuatan desa ada pada rakyatnya,” ujar salah satu penggerak warga di lokasi.

Aksi gotong royong ini memiliki beberapa poin utama, di antaranya:

  • Prioritas jalur pendidikan, dengan fokus utama pada akses menuju SMP Negeri 1 Mataram Baru.
  • Solidaritas lintas dusun, yang melibatkan warga Dusun 2 dan Dusun 3 secara kompak.

Kritik terhadap infrastruktur

sebagai pengingat bahwa jalan desa membutuhkan penanganan serius dan permanen.

Kepala Desa Teluk Dalem, Ogan Saputra, menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan warganya.

Ia berharap upaya swadaya ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Semoga semua harapan kami dapat terealisasi. Jalan ini bukan hanya menuju SMP Negeri 1 Mataram Baru, tetapi juga akses ke pondok pesantren dan fasilitas pendidikan lainnya,” kata Ogan Saputra.

Meski penimbunan jalan bersifat sementara, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembangunan Rabat Beton Atau Pengaspalan Permanen, agar hasil gotong royong tersebut tidak sia-sia dan kembali rusak saat musim hujan tiba.

Aksi warga Teluk Dalem ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat desa

(Wendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *