
CILEGON – FaktaDataNews 》Tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga nyaris merenggut nyawa seorang pria di Kota Cilegon. Seorang warga Jombang Wetan berinisial LSQ (41) nekat melompat dari Jembatan Cigiceh, Kelurahan Panggung Rawi, dan terbawa arus Kali Tempe.
Beruntung, korban ditemukan masih hidup setelah berjam-jam pencarian dramatis oleh tim gabungan.Peristiwa bermula pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, saat korban diduga melompat ke sungai.
Istri korban, Rena, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cilegon sekitar pukul 19.15 WIB, setelah korban meninggalkan rumah akibat perselisihan keluarga dan tekanan ekonomi yang dialaminya.Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si. membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa korban diketahui memiliki beban psikologis berat akibat utang usaha dan persoalan rumah tangga yang berkepanjangan.
“Korban sebelumnya beberapa kali mengutarakan niat mengakhiri hidup. Tekanan ekonomi diduga kuat menjadi pemicu,” ungkap Kapolres.
Upaya pencarian langsung dilakukan oleh Polres Cilegon bersama BPBD, Basarnas, Damkar, Tagana, TNI, Pramuka Peduli, pemerintah daerah, dan warga.
Penyisiran dilakukan sepanjang aliran Kali Tempe hingga wilayah Teratai Udik, namun hingga pukul 23.15 WIB hasil masih nihil.Kapolres Cilegon bahkan turun langsung ke lokasi sekitar pukul 22.30 WIB untuk memimpin koordinasi pencarian di tengah kendala cuaca, arus sungai yang deras, minimnya penerangan, serta banyaknya sampah dan batang pohon di aliran sungai.
Keajaiban terjadi pada Rabu dini hari. Sekitar pukul 03.30 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi hidup oleh dua petugas keamanan RSUD Kota Cilegon, yakni Mustofa dan Nikmat, di area kali dekat jembatan RSUD.
Saat ditemukan, korban tersangkut di pohon pisang, dalam kondisi lemas dan mengalami hipotermia, namun masih mampu berteriak meminta pertolongan.
Korban kemudian dievakuasi oleh petugas keamanan dibantu warga dan segera dibawa ke IGD RSUD Kota Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban kini masih menjalani perawatan intensif dan didampingi oleh istri serta keluarga.
Polres Cilegon mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, serta mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
“Ini menjadi pengingat bahwa tekanan hidup bisa berdampak serius. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting,” tutup Kapolres
(Wendi)
