
JAKARTA UTARA / FaktaDataNews / Kamis, 11 Desember 2025, insiden tragis terjadi di SDN 01 Kalibaru, Gg. Kalibaru Timur IV B No. 1, RT 010/13, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, ketika sebuah mobil MBG tiba-tiba menerobos masuk ke area sekolah dan menabrak barisan siswa yang sedang melaksanakan kegiatan literasi pagi. Total 19 siswa menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Kejadian
- Berdasarkan keterangan awal saksi dan aparat, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi salah menginjak pedal, di mana pedal gas tertendang alih-alih pedal rem, sehingga kendaraan melaju cepat tanpa kendali ke dalam area sekolah.
- Mobil menghantam pagar hingga roboh, lalu meluncur ke arah barisan siswa dan guru yang sedang membaca.
- Suasana di lokasi sempat kacau. Beberapa siswa terkapar, sebagian lainnya ditemukan berada di kolong kendaraan sebelum dievakuasi.
- Pengemudi mobil MBG langsung diamankan aparat untuk pemeriksaan intensif.
Polisi sedang mendalami apakah insiden disebabkan kelalaian sopir, kerusakan teknis kendaraan, atau faktor lain.

Kronologi Waktu Singkat
- 06.48 WIB Guru mulai menyiapkan barisan siswa untuk kegiatan literasi.
- 06.51 WIB – Mobil MBG menerobos pagar sekolah, menabrak barisan siswa dan guru.
- Beberapa siswa mengalami luka berat dan ada yang terlindas.
- 07.10 WIB – Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Cilincing dan Puskesmas Cilincing II. Dan Pengemudi berhasil diamankan.
Data Korban
Dirawat di Puskesmas Cilincing II
1. Aditya Pradipta – 3C
2. Maulana Aufar – 5B
Dirawat di RSUD Cilincing
1. Salsabila – 3C
2. Ahmad Faizan – 2C
3. Bagus – 1B
4. Khanza – 3D
5. Dian – 3B
6. Anisa – 3D
7. Surya – 3D
8. Dita – 3C
9. Hafiiz – 3B
10. Weren – 3B
11. Nabil – 3D
12. Alvaro – 3D
13. Lilo – 4B
14. Rey – 3C
15. Hafiz – 1A
16. Yuda – 3C
17. Ray Firmansyah – 3C
Total korban: 19 siswa.
- Langkah Penanganan
1. Evakuasi korban ke RSUD Cilincing dan Puskesmas Cilincing II.
2. Pengamanan TKP oleh Polsek Cilincing bersama Polres Metro Jakarta Utara.
3. Pemeriksaan intensif terhadap sopir mobil MBG.
4. Pendataan dan identifikasi seluruh korban serta kondisi luka.
5. Koordinasi dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
(WN)
